| Penulis |
Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A |
| Penahqiq | - |
| Penerjemah | - |
| Editor | Ruhani |
| Kategori |
Motivasi |
| Halaman | 212 |
| Kertas | HVS |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Berat | 150 gram |
| Dimensi | 14,8 x 21 cm |
Rp97.000
... Negara Indonesia jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, ...
-Penggalan Piagam Jakarta-
---
Pancasila adalah sejarah yang kita sepakati bersama untuk menjadi dasar negara dan falsafah bangsa. Pancasila adalah sejarah karena digali dari ‘kesejarahan’ masyarakat Indonesia (dalam arti ini sejarah bermakna identitas dan asal-usul). Pancasila sebagai sejarah juga bermakna bagian dari perjalanan Bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya (artinya, sejarah dipahami sebagai kejadian kronologis yang memuat berbagai peristiwa penting beserta para tokohnya). Pancasila dengan demikian adalah nilai-nilai luhur, dijadikan pedoman bersama, serta jati diri Bangsa dan kepribadian nasional *(National Personality)*.
Satu sisi, Pancasila harus terus diwariskan sekaligus diperbaharui pengimplementasiannya dengan perkembangan zaman. Sisi lainnya, pembahasan Pancasila artinya tidak akan pernah usang karena akan dibaca, ditafsir, dan diimplementasikan sesuai dengan perkembangan zaman, bersamaan dengan keharusan untuk mewariskannya kepada generasi mendatang.
Dengan lima butirnya, Pancasila memang kaku dan statis.
Namun bersama dengan ‘gerakan Sejarah’ dan pengimplementasian, Pancasila bergerak lentur nan dinamis.
Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., adalah seorang diplomat dan penulis yang mengabdikan hidupnya untuk berbagi nilai-nilai keimanan, kebijaksanaan, dan pengalaman hidup. Tumbuh di lingkungan pesantren, ia mendapatkan fondasi spiritual yang baik sejak muda, namun tak berhenti di sana. Dengan latar belakang pendidikan yang gado-gado, keislaman, bahasa Arab, ekonomi, manajamen, bisnis dan hubungan internasional memperkaya perspektif dan perjalanan hidupnya. Tugasnya membawa berkelana ke berbagai negara, mempelajari budaya yang berbeda, dan berinteraksi dengan beragam cara pandang dunia.