| Penulis |
Rahmat Aming Lasim |
| Editor | Ruhani |
| Kategori |
Novel |
| Halaman | 108 |
| Kertas | HVS |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Berat | 130 gram |
| Dimensi | 14 x 20 cm |
Rp97.000
Di antara menara masjid dan lonceng gereja
dua hati bertemu tak sengaja
dalam tatapan yang menolak dusta
tapi juga tak berani meminta dunia merestui cinta
Dia dari pesantren
dibesarkan dari ayat demi ayat
tumbuh dengan lafaz yang menjunjung langit
Dia dari altar sunyi
di mana salib dan lilin bersaksi
tentang iman yang tak bisa dibagi
Mereka tak bersalah saat saling jatuh
seperti hujan yang tak memilih bumi
seperti matahari yang tak bertanya agama
pada siapa ia hangatkan pagi
Tapi cinta mereka bukan pada tempatnya
bukan karena tak suci
melainkan karena kitab mereka berbeda halaman
yang tak bisa dibaca di mimbar yang sama
Tak ada pelukan hanya tatapan
tak ada janji hanya diam yang saling menguatkan
memang cinta tak selalu harus dimenangkan
kadang ia cukup dipeluk dalam doa yang diam
Karena cinta ini lahir di antara dua kitab suci
Maaf, belum ada data tentang penulis Rahmat Aming Lasim